Mahasiswa UNSA Mengembangkan Usaha Teh dari Kulit Kopi Tepal Sumbawa

Desa Tepal merupakan salah satu desa penghasil kopi dari wilayah kecamatan Batulanteh, kabupaten Sumbawa, provinsi Nusa Tenggara Barat. Desa ini terletak di daerah pegunungan dengan ketinggian mencapai 900mdpl. Berjarak 67 kilometer dari kota Sumbawa besar dengan memakan waktu perjalanan 4 jam menggunakan kendaraan off-road. Populasi pohon kopi di Tepal cukup besar, yaitu berkisar antara 350 hektarare sampai 500 hektarare. Hasil produksi kopi dari desa Tepal mencapai 4.000 ton sampai dengan 5.000 ton per tahun (Wahyuningtiyas, 2017). Terdapat beragam jenis kopi yang dihasilkan dari desa ini, antara lain, kopi Robusta dan Arabika. Kopi Luwak yang menjadi primadona dunia juga ada di Tepal. Harga biji kopi kering Robusta biasa dijual oleh masyarakat disana dengan harga Rp.20.000 sampai Rp.22.000 perkilogram. Sedangkan kopi arabika dijual dengan harga Rp.25.000 sampai Rp.30.000 perkilogram. Keuntungan yang didapatkan masyarakat dari harga jual itu bisa mencapai Rp.200-300 juta setiap musim panen. Pemasaran kopi Tepal ini tidak hanya dalam wilayah Sumbawa, tapi juga sudah sampai luar kota bahkan mancanegara.

Meskipun kopi Tepal sudah terkenal seantero Indonesia, namun tidak begitu halnya dengan cascara Tepal. Cascara berasal dari Bahasa Spanyol yang berarti kulit. Cascara merupakan limbah kulit kopi. Masyarakat desa Tepal tidak pernah mengolah limbah kulit kopi ini menjadi produk yang bernilai jual. Hal ini disebabkan bukan hanya karena keterbatasan waktu dan tenaga masyarakat untuk mengolahnya, tetapi juga karena terbatasnya pengetahuan masyarakat tentang teknik pengolahan limbah kulit kopi dengan baik dan benar. Limbah kulit kopi di Tepal biasanya dibiarkan begitu saja ditempat pemisahan kulit dengan biji kopi, kadang langsung dibakar oleh petani karena merusak pemandangan, atau hanya dijadikan pakan ternak. Padahal cascara dapat diolah menjadi teh yang unik, enak diminum, dengan aroma khas kopi, namun rasanya tidak sama dengan kopi. Pengolahan cascara secara tepat dapat menjadikan limbah kulit kopi bernilai jual lebih tinggi.

Selain enak diminum, Cascara-tea (teh kulit kopi) berkhasiat meningkatkan stamina, melindungi lambung, mencegah penyakit kanker, mencegah penyakit jantung, mencegah penuaan dini, dan dapat mengencangkan kulit (Aurora, 2017). Cascara-tea juga bisa digunakan untuk masker kecantikan. Hasil penelitian ahli dermatologis, Delby Palmer, mengungkapkan cascara sangat baik untuk kulit. Ini disebabkan kandungan vitamin C dan E yang kaya pada cascara. Penelitian ini dibuktikan oleh cerita para pemetik kopi di hawaii. Mereka mengakui bahwa kulit tangan mereka terasa lebih muda karena bersentuhan langsung dengan kopi saat panen.

Sebagai mahasiswa generasi penerus bangsa, mahasiswa UNSA yang tergabung dalam tim Program Kreatifitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKMK) yang beranggotakan NURAINI (prodi Pendidikan Fisika), M.KHAIRUSSARI TAKWA (prodi Pendidikan Ekonomi) dan ALFIN SUANDI (prodi Teknologi Pendidikan), berinovasi menciptakan produk Tepal’s Cascara-Tea, teh dari kulit kopi khas tepal, dengan campuran bahan baku rempah pilihan, yang berkhasiat baik untuk kesehatan. Mahasiswa-mahasiswa ini dibimbing oleh bapak FAHMI YAHYA, M.Pd (dosen Pendidikan fisika UNSA).

Produk inovasi mahasiswa ini telah memenangkan hibah Program Kreativitas Mahasiswa dari kemenristekdikti pendanaan tahun 2019 dalam bidang kewirausahaan. Produk Tepal’s Cascara-Tea dikemas dalam bentuk teh celup, dijual dalam bentuk kemasan kotak. Menciptakan produk khas tepal ini merupakan salah satu cara mahasiswa menciptakan, menjaga dan melestarikan kekhasan daerah Sumbawa sebagai penghasil kopi yang baik. Dengan bertambahnya kekhasan daerah, diharapkan Sumbawa akan lebih dikenal oleh masyarakat luar kota Sumbawa dan juga mancanegara. Selain itu, adanya produk berbahan dasar kulit kopi ini diharapkan dapat menambah pengetahuan masyarakat desa Tepal bahwa limbah yang selama ini tidak mereka perhatikan, dapat dimanfaatkan menjadi suatu produk yang bernilai jual.

Usaha Tepal’s Cascara-tea ini cukup menjanjikan. Hal ini dilihat dari beberapa faktor diantaranya ketersediaan bahan baku yang melimpah yang menjamin potensi keberlangsungan usaha. Keuntungan yang didapatkan juga cukup besar. Kedepannya, diharapkan usaha Tepal’s Cascara-tea ini dapat berkembang menjadi lebih luas lagi. Produksi akan semakin banyak, dan pemasarannya juga akan semakin luas. Tidak hanya dalam wilayah Sumbawa, tapi juga ke luar Sumbawa dan mancanegara.

Saat ini, produk karya mahasiswa ini dapat dipesan melalui tim PKMK melalui nomor WA 081945504199, melalui ecommerce shopee, atau datang langsung ke kantor Inkubasi Bisnis Universitas Samawa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *